Mengasah keterampilan motorik halus merupakan fondasi krusial bagi kemandirian anak, dan salah satu aktivitas paling sederhana namun berdampak besar adalah meremas kertas. Berdasarkan buku The Sensory-Ready Child (Gantman, 2025), kegiatan meremas bukan sekadar permainan, melainkan latihan fungsional untuk memperkuat otot-otot intrinsik tangan. Otot-otot kecil di telapak tangan dan jari-jemari inilah yang nantinya akan memegang peran vital saat anak mulai belajar memegang pensil, mengancingkan baju, hingga menggunakan peralatan makan secara mandiri.
Penelitian dalam Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (2022) mengungkapkan bahwa aktivitas meremas kertas memberikan stimulasi proprioseptif yang signifikan. Ketika anak mengerahkan tenaga untuk mengubah lembaran kertas menjadi bola padat, saraf-saraf di ujung jari mengirimkan sinyal ke otak tentang tekanan dan kekuatan yang dibutuhkan. Proses ini membantu anak membangun kesadaran tubuh dan kontrol motorik yang presisi, yang menurut jurnal Lisyabab (2025) merupakan prasyarat penting sebelum anak diperkenalkan pada aktivitas menulis yang lebih kompleks.


