Sabtu, 10 Februari 2024

Berbagi Itu Perlu Proses: Memahami Fase "Egosentris" pada Anak PAUD

 


Banyak orang tua merasa malu atau khawatir saat melihat anak mereka yang duduk di bangku PAUD enggan membagikan mainannya kepada teman sebaya. Sering kali, label "pelit" atau "tidak mau berbagi" disematkan tanpa memahami bahwa perilaku tersebut adalah bagian alami dari perkembangan kognitif manusia. Dalam dunia psikologi, fenomena ini dikenal sebagai fase egosentris, di mana anak-anak secara biologis belum mampu melihat dunia dari perspektif orang lain. Memahami fase ini bukan berarti memaklumi sifat egois, melainkan mengenali bahwa berbagi adalah sebuah keterampilan kompleks yang membutuhkan kematangan otak dan latihan yang konsisten.

Jean Piaget, tokoh utama dalam teori perkembangan kognitif, menjelaskan bahwa anak usia 2 hingga 7 tahun berada dalam tahap pra-operasional. Pada tahap ini, pikiran anak bersifat egosentris, yang berarti mereka secara harfiah menganggap bahwa apa yang mereka lihat, rasakan, dan inginkan adalah sama dengan apa yang dirasakan orang lain. Jika seorang anak PAUD memegang mainan favoritnya, ia belum bisa memahami rasa sedih temannya yang ingin meminjam karena fokus perhatiannya sepenuhnya terserap pada kepuasannya sendiri. Memaksa anak berbagi pada fase ini justru dapat menciptakan rasa tidak aman terhadap kepemilikan barang.