Memasuki gerbang Sekolah Dasar (SD) merupakan tonggak besar dalam perjalanan hidup seorang anak. Sayangnya, banyak orang tua yang terjebak pada miskonsepsi bahwa kesiapan sekolah hanya diukur dari kemahiran membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Padahal, kesiapan sekolah (school readiness) adalah konsep multidimensi yang mencakup kematangan emosional, kemandirian sosial, dan keterampilan fungsi eksekutif. Fokus yang terlalu berat pada sisi akademis justru berisiko membuat anak mengalami burnout dini jika tidak dibekali dengan ketangguhan mental yang memadai untuk menghadapi lingkungan baru yang lebih terstruktur.
Aspek utama yang sering terabaikan adalah kemampuan regulasi emosi. Di SD, anak dituntut untuk bisa duduk tenang dalam waktu lama, mengantre, dan mengelola rasa frustrasi saat menghadapi tugas yang sulit. Jurnal Early Childhood Research Quarterly (2023) menunjukkan bahwa anak dengan kontrol emosi yang baik memiliki peluang sukses akademis yang lebih tinggi dibandingkan anak yang hanya unggul secara kognitif. Kematangan emosional memungkinkan anak untuk tetap fokus dan kooperatif di dalam kelas, yang merupakan prasyarat mutlak sebelum informasi akademis dapat diserap oleh otak mereka secara optimal.
